Showing posts with label IPS. Show all posts
Showing posts with label IPS. Show all posts

Friday, September 6, 2013

Peninggalan Sejarah di Indonesia

A. Sumber Sejarah

Setiap manusia tentunya memiliki sejarah dalam kehidupannya, begitu pula dengan suatu bangsa. Bangsa Indonesia memiliki sejarah yang unik dan harus dijaga. Lalu apa itu sejarah? Apa saja peninggalan sejarah di Indonesia?

Sejarah adalah kisah atau cerita yang mengupas peristiwa kehidupan manusia pada masa lampau. Setiap negara pasti memiliki sejarah, bahkan setiap manusia juga mempunyai sejarah. Ada sebuah pepatah mengatakan "Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan mempelajari sejarah bangsanya". Banyak manfaat yang dapat diperoleh dengan mempelajari sejarah, di antaranya:
1. dapat mengetahui berbagai kisah yang terjadi pada masa lampau, dan
2. dapat lebih bijaksana dalam menentukan langkah hidup pada masa kini dan masa yang akan datang.

Sejarah terjadi di masa lampau sehingga dibutuhkan peninggalan-peninggalan sejarah untuk mempelajari peristiwa-peristiwa yang terjadi di masa lampau. Oleh karena itu, peninggalan sejarah disebut juga sumber sejarah. Ada beberapa sumber sejarah yang dapat digunakan untuk mengetahui peristiwa masa lampau, yaitu sebagai berikut.

1. Sumber Lisan
Sumber lisan merupakan kesaksian lisan dari pelaku atau saksi sejarah. Contohnya, cerita tokoh perjuangan kemerdekaan melawan penjajah.

2. Sumber Tulisan
Sumber tulisan merupakan keterangan tertulis mengenai peristiwa sejarah. Contohnya, naskah teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Ir. Soekarno.













3. Sumber Benda
Sumber benda merupakan benda-benda peninggalan masa lampau. Contohnya, Masjid Raya Demak yang merupakan peninggalan Kerajaan Demak.

Indonesia merupakan negara yang kaya akan peninggalan sejarah. Banyak peninggalan sejarah yang ditemukan di Indonesia. Peninggalan sejarah tersebut, dapat dikelompokkan, yaitu sebagai berikut.

a. Bangunan
Peninggalan sejarah berupa bangunan, antara lain candi, prasasti, yupa, patung, relief, dan gapura.

b. Karya Sastra atau Kitab
Karya sastra atau kitab biasanya menceritakan sebuah kerajaan, contohnya, Negarakertagama yang ditulis Mpu Prapanca, yang menceritakan Kerajaan Majapahit.

c. Masjid
Masjid merupakan peninggalan Islam yang merupakan tempat ibadah umat Islam. Masjid dibangun pada masa kerajaan Islam berkembang di Nusantara.

d. Benteng
Benteng merupakan tembok pertahanan yang dibangun untuk bertahan dari serangan musuh. Benteng yang ditemukan di Indonesia dibangun pada masa kolonial. Beberapa benteng yang ditemukan di Indonesia, di antaranya sebagai berikut.
1) Benteng de Kock
Benteng ini terdapat di Bukittinggi, Sumatra Barat. Benteng ini dibangun oleh Belanda pada 1825 sebagai pertahanan dalam Perang Paderi.
2) Benteng Marlborough
Benteng ini terdapat di Bengkulu. Benteng peninggalan Inggris ini, dibangun pada masa pemerintahan Raffles pada 1714.
3) Benteng de Rotterdam
Benteng ini dibangun Belanda di Makassar, untuk menghadapi perlawanan rakyat Sulawesi Selatan.

B Pembabakan Sejarah

Perkembangan sejarah di Indonesia dapat dibagi menjadi beberapa periode atau zaman, yaitu sebagai berikut.
1. Zaman Batu
Disebut zaman batu karena peralatan yang digunakan pada zaman ini terbuat dari batu, makanan diperoleh dari kegiatan berburu, dan kehidupan masyarakat masih berpindah-pindah (nomaden).
2. Zaman Logam
Pada zaman ini manusia mulai mengenal logam, mereka menggunakan perak atau perunggu untuk membuat peralatan, manusia mulai mengenal ladang berpindah, dan mulai menetap di suatu tempat.
3. Zaman Hindu-Buddha
Pada zaman ini manusia mulai mengenal tulisan. Agama Hindu dan Agama Buddha mulai berkembang di Indonesia. Masyarakat telah mengenal sistem pemerintahan dan kerajaan.
4. Zaman Islam
Islam dibawa ke Indonesia oleh para pedagang dari Arab dan Gujarat India. Para pedagang inilah menyebarkan agama Islam di Indonesia sampai akhirnya muncul kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara.
5. Zaman Kolonial
Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah. Bangsa Eropa banyak yang datang ke Indonesia untuk berdagang, kemudian melihat kekayaan Indonesia, akhirnya mereka berubah pikiran ingin menguasai Indonesia. Pada zaman ini Indonesia pernah dijajah oleh beberapa negara Eropa.
6. Zaman Modern
Zaman modern merupakan zaman setelah kemerdekaan sampai sekarang.

C. Peninggalan Bercorak Hindu-Buddha

Ke rajaan Kutai berdiri pada abad ke-4 Masehi. Kerajaan Kutai merupakan kerajaan Hindu tertua di Nusantara. Kemudian, pengaruh Hindu menyusul masuk ke kawasan Nusantara pada awal abad ke-5 Masehi. Adapun mengenai agama Buddha mulai berkembang di India sekitar abad ke-2 Masehi. Agama Hindu-Buddha dibawa ke Nusantara oleh pedagang dan pendeta dari India dan Cina melalui jalur laut dan darat. Adapun peninggalan-peninggalan Hindu-Buddha yang ditemukan di Indonesia, yaitu sebagai berikut.

1. Candi
Candi berasal dari kata Candikagrha, artinya rumah candika. Candika adalah nama salah satu dewi, yaitu Dewi Durga atau dewi kematian. Candi merupakan bangunan yang dibuat untuk menghormati arwah penguasa atau raja yang telah meninggal. Candi yang bercorak Hindu memiliki tiga bagian, yaitu sebagai berikut.
a. Kaki candi, merupakan simbol dunia bawah atau Bhurloka.
b. Tubuh candi, merupakan simbol dunia antara, yaitu Bhurloka dan Swarloka atau Bhuwarloka.
c. Kepala candi, merupakan simbol dunia atas atau Swarloka.

Berikut adalah beberapa candi peninggalan kerajaan yang bercorak Hindu dan Buddha.
a. Candi Portibi
Candi Portibi merupakan peninggalan Kerajaan Panai yang bercorak Hindu. Candi Portibi terletak di Padang Balok, Gunung Tua, Provinsi Sumatra Utara. Candi ini dibangun pada 1039 Masehi.
b. Candi Muara Takus
Candi Muara Takus terletak di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Candi ini dibangun pada masa Kerajaan Sriwijaya abad ke-9 Masehi. Candi ini digunakan se bagai tempat pemujaan penganut agama Hindu Mahayana.
c. Candi Panataran
Candi Panataran ditemukan di daerah Blitar yang dibangun masa Kerajaan Majapahit pada 1350 M.
d. Candi Mendut
Candi Mendut didirikan oleh Raja Indra dari dinasti Syailendra pada 824 Masehi. Candi bercorak Buddha ini terletak di sebelah timur Candi Borobudur.
e. Candi Borobudur
Candi Borobudur terletak di Muntilan Jawa Tengah. Candi ini dibangun pada 824 Masehi oleh Samaratungga dari Dinasti Syailendra. Candi Borobudur terdiri atas 10 tingkat yang melambangkan makna bahwa kesempurnaan hidup akan dicapai setelah mencapai 10 tingkatan. Pada Candi Borobudur banyak terdapat relief-relief pada dinding candi yang terdiri atas:
1) Karmawibhangga terdapat pada kaki candi yang menceritakan tentang hukum sebab akibat (karma). Setiap perbuatan baik maupun buruk akan mendapat akibatnya.
2) Lalitavistara merupakan sandiwara yang menceritakan kehidupan Sang Buddha sejak lahir sampai mendapat Bodhi (wahyu). Kisah ini tertulis dalam bahasa Sanskerta.
3) Awadana dan Jataka. Awadana menceritakan kehidupan Sang Buddha pada masa lalu, sedangkan Jataka menceritakan kehidupan orang-orang suci.
f. Candi Prambanan

Candi Prambanan dikenal dengan sebutan Candi Lorojonggrang. Candi Prambanan terletak di Kecamatan Prambanan Kabupaten Klaten Provinsi Jawa Tengah. Candi ini dibangun abad ke–8 Masehi pada masa Kerajaan Mataram. Candi Prambanan merupakan bangunan suci bagi agama Hindu Siwa. Di dalam Candi Prambanan terdapat tiga arca, yaitu Arca Siwa Mahadewa, Arca Siwa Mahaguru, dan Arca Siwa Ganesha. Candi Prambanan memiliki tiga bangunan utama, yaitu sebagai berikut.
1) Candi Siwa
2) Candi Brahma
3) Candi Wisnu

2. Prasasti
Prasasti merupakan peninggalan sejarah yang berbentuk batu bertulis. Isinya menceritakan tentang penguasa atau raja pada masa pemerintahannya. Prasasti pe ninggalan kerajaan Hindu-Buddha, antara lain sebagai berikut.
a. Prasasti Mulawarman merupakan peninggalan Kerajaan Kutai pada 400 M yang terletak di Provinsi Kalimantan Timur dan ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sans kerta.
b. Prasasti peninggalan Kerajaan Tarumanegara adalah Prasasti Ciaruteun, Pasir Jambu, Kebon Kopi, Pasir Awi, dan Muara Cianteun yang ditemukan di Bogor. Prasasti Cidanghiang ditemukan di Banten. Prasasti Tugu ditemukan di Jakarta. Pada Prasasasti Ciaruteun ter dapat gambar telapak kaki Raja Pur nawarman. Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu yang terletak di Provinsi Jawa Barat.
c. Prasasti peninggalan Kerajaan Kutai disebut yupa, ditemukan di aliran Sungai Mahakam Kalimantan Timur. Di Kalimantan Timur ditemukan tujuh buah yupa. Yupa merupakan tugu bertulis yang dibuat sebagai peringatan upacara kurban.
d. Yupa biasa digunakan sebagai tempat untuk mengikat hewan yang akan dijadikan kurban. Yupa menerangkan bahwa Raja Mulawarman ialah raja yang mulia dan terkemuka, yang telah memberi sedekah 20.000 ekor sapi kepada para Brahmana di tanah suci waprakeswara. Yupa ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta.
e. Prasasti peninggalan Kerajaan Kediri adalah Prasasti Padlegan, Weleri, Jaring, dan Pala yang ditemukan di halaman Candi Prambanan. Kerajaan ini terletak di Provinsi Jawa Timur.
f. Prasasti yang mengungkapkan tentang Kerajaan Sriwijaya ditulis dalam huruf Pallawa dan bahasa Melayu kuno, yaitu:
1) Prasasti Kedukan Bukit (605 M) ditemukan di tepi Sungai Tatang dekat Palembang.
2) Prasasti Talang Tuo (684 M) ditemukan di daerah Talang Tuo, sebelah barat Palembang.
3) Prasasti Telaga Batu (tidak berangka tahun), ditemukan dekat Palembang.
4) Prasasti Kota Kapur (686 M), ditemukan dekat Sungai Menduk di Pulau Bangka.
5) Prasasti Karang Berahi (tidak berangka tahun), ditemukan di tepi Sungai Merangin, Jambi Hulu.
6) Prasasti Palah Pasemah ditemukan di tepi Sungai Pisang Lampung Selatan.

3. Kitab atau Karya Sastra
Banyak kitab maupun karya sastra ditemukan di Indonesia yang merupakan peninggalan dari kerajaankerajaan yang bercorak Hindu dan Buddha. Peninggalan Kerajaan Kediri berupa karya sastra (Kediri merupakan kerajaan bercorak Hindu), antara lain sebagai berikut.
1) Kitab Jangka Jayabaya (Ramalan Jayabaya), Jayabaya adalah raja terkenal Kerajaan Singhasari yang meme rintah antara tahun 1130 –1150. Jangka Jayabaya berisi ramalan masa depan Indonesia.
2) Kitab Smaradhahana merupakan karya sastra yang ditulis oleh Mpu Dharmaja yang dipersembahkan untuk Raja Kameswara.
3) Kitab Bharatayudha ditulis oleh Mpu Panuluh dan Mpu Sedah. Karya sastra ini berisi sindiran perang saudara antara Jayabaya dan Jayasabha.
4) Hariwangsa dan Gatotkacasraya ditulis oleh Mpu Panuluh dan Mpu Sedah. Karya sastra yang ditulis pada masa Majapahit (Majapahit merupakan kerajaan bercorak Hindu), yaitu sebagai berikut.
1) Negarakertagama ditulis oleh Mpu Prapanca, menceritakan tentang Kerajaan Singhasari dan Majapahit. Di dalam Kitab ini termuat istilah Pancasila.
2) Sutasoma ditulis oleh Mpu Tantular. Isinya ajaran agama yang di dalamnya termuat istilah Bhinneka Tunggal Ika, yang menyatakan bahwa ajaran Hindu dan Buddha meskipun berbeda, tetapi mempunyai asas yang sama.
3) Arjuna Wiwaha karangan Mpu Tantular.
4) Kuntjarakarna, tidak diketahui nama pengarangnya.
5) Kitab Carita Parahyangan merupakan kitab yang ditulis pada masa Kerajaan Mataram Hindu.

4. Arca
Arca merupakan patung perwujudan raja yang digambarkan sebagai dewa. Arca ditemukan di Sempaga (Sulawesi Selatan). Arca ini mempunyai langgam yang sama dengan arca yang dibuat di Amerawati (India), Arca yang ditemukan di Jember ( Jawa Timur), Bukit Siguntang (Sumatra Selatan), Kota Bangun (Kutai, Kalimantan Timur).

5. Agama dan Adat Istiadat
Budaya dan adat istiadat peninggalan masa Hindu-Buddha yang masih dilaksanakan sampai sekarang, antara lain sebagai berikut.
1. Upacara Ngaben (bercorak Hindu), merupakan upacara pembakaran mayat di Bali.
2. Upacara Galungan merupakan perayaan kemenangan.
3. Nyepi merupakan perayaan tahun baru Saka.
4. Kuningan merupakan perayaan mohon perlindungan dan penerangan agar bahagia lahir dan batin.
5. Saraswati merupakan perayaan memuja Sang Hyang Widi.
6. Syiwaratri merupakan perayaan peleburan dosa.
7. Waisak merupakan perayaan agama Buddha.

Tokoh Dibalik Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan RI

Pembacaan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 tahun Masehi, atau tanggal 17 Agustus 2605 menurut tahun Jepang dan tanggal 8 Ramadhan 1364 menurut Kalender Hijriyah, yang dibacakan oleh Ir. Soekarno dengan didampingi oleh Drs. Mohammad Hatta bertempat di Jalan Pegangsaan Timur 56 – Jakarta Pusat. Kemerdekaan Indonesia merupakan tonggak perjuangan merebut kekuasaan dari tangan penjajah. Dengan adanya proklamasi ini berarti bangsa Indonesia memiliki hak untuk menentukan nasib sendiri dan lepas dari intervensi asing. Momentum proklamasi tersebut merupakan perjuangan seluruh komponen bangsa.
Latar belakang peristiwa ini bermula pada tanggal 6 Agustus 1945 sebuah bom atom dijatuhkan di atas kota Hiroshima Jepang oleh Amerika Serikat yang mulai menurunkan moral semangat tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia BPUPKI, atau "Dokuritsu Junbi Cosakai", berganti nama menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau disebut juga Dokuritsu Junbi Inkai dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di atas Nagasaki sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaannya.

Soekarno, Hatta selaku pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI diterbangkan ke Dalat, 250 km di sebelah timur laut Saigon, Vietnam untuk bertemu Marsekal Terauchi. Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di Indonesia, pada tanggal 10 Agustus 1945, Sutan Syahrir telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang diberikan sebagai hadiah Jepang.
Pada tanggal 12 Agustus 1945, Jepang melalui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, tergantung cara kerja PPKI.[2] Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 24 Agustus.
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah air dari Dalat, Sutan Syahrir mendesak agar Soekarno segera memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan kemerdekaan karena itu adalah hak Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya merupakan 'hadiah' dari Jepang.

Pada tanggal 14 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh mendengar kabar ini melalui radio BBC. Setelah mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita sendiri, bukan pemberian Jepang.
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (Gunsei) untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di Koningsplein (Medan Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor Bukanfu, Laksamana Muda Maeda, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi Kemerdekaan.
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak tahu telah terjadi peristiwa Rengasdengklok.

Peristiwa Rengasdengklok adalah peristiwa dimulai dari “penculikan” yang dilakukan oleh sejumlah pemuda terhadap Soekarno dan Hatta. Peristiwa ini terjadi pada tanggal 16 Agustus 1945 pukul 04.00. WIB, Soekarno dan Hatta dibawa ke Rengasdengklok, Karawang, untuk kemudian didesak agar mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia,sampai dengan terjadinya kesepakatan antara golongan tua yang diwakili Soekarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda tentang kapan proklamasi akan dilaksanakan. Menghadapi desakan tersebut, Soekarno dan Hatta tetap tidak berubah pendirian. Sementara itu di Jakarta, Chairul dan kawan-kawan telah menyusun rencana untuk merebut kekuasaan. Tetapi apa yang telah direncanakan tidak berhasil dijalankan karena tidak semua anggota PETA mendukung rencana tersebut. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia rencananya akan dibacakan Bung Karno dan Bung Hatta pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 di lapangan IKADA(yang sekarang telah menjadi lapangan Monas) atau di rumah Bung Karno di Jl.Pegangsaan Timur 56. Dipilih rumah Bung Karno karena di lapangan IKADA sudah tersebar bahwa ada sebuah acara yang akan diselenggarakan, sehingga tentara-tentara jepang sudah berjaga-jaga, untuk menghindari kericuhan, antara penonton-penonton saat terjadi pembacaan teks proklamasi, dipilihlah rumah Soekarno di jalan Pegangsaan Timur No.56. Teks Proklamasi disusun di Jakarta, bukan di Rengasdengklok, bukan di rumah seorang Tionghoa, Djiaw Kie Siong yang diusir dari rumahnya oleh anggota PETA agar dapat ditempati oleh “rombongan dari Jakarta”. Naskah teks proklamasi di susun di rumah Laksamana Muda Maeda di Jakarta, bukan di Rengasdengklok. Bendera Merah Putih sudah dikibarkan para pejuang di Rengasdengklok pada Rabu tanggal 16 Agustus, sebagai persiapan untuk proklamasi kemerdekaan Indonesia. Karena tidak mendapat berita dari Jakarta, maka Jusuf Kunto dikirim untuk berunding dengan pemuda-pemuda yang ada di Jakarta. Namun sesampainya di Jakarta, Kunto hanya menemui Wikana dan Mr. Achmad Soebardjo, kemudian Kunto dan Achmad Soebardjo ke Rangasdengklok untuk menjemput Soekarno, Hatta, Fatmawati dan Guntur. Achmad Soebardjo mengundang Bung Karno dan Hatta berangkat ke Jakarta untuk membacakan proklamasi di Jalan Pegangsaan Timur 56. Pada tanggal 16 tengah malam rombongan tersebut sampai di Jakarta. Keesokan harinya, tepatnya tanggal 17 Agustus 1945 pernyataan proklamasi dikumandangkan dengan teks proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang diketik oleh Sayuti Melik menggunakan mesin ketik yang “dipinjam” (tepatnya sebetulnya diambil) dari kantor Kepala Perwakilan Angkatan Laut Jerman, Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.

Berikut beberapa nama yang menjadi aktor atau tokoh utama dibalik proklamasi kemerdekaan RI.

1. Soekarno dan Mohammad. Hatta

Soekarno-Hatta bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk. Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl.Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP.

2. Sayuti Melik

Ia turut hadir dalam peristiwa perumusan naskah Proklamasi dan menjadi anggota susulan PPKI. Setelah itu ia menjadi anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).Beliau adalah tokoh yang mengetik naskah teks proklamasi setelah disempurnakan dari naskah tulisan tangan asli. Teks proklamasi tulisan tangan Bung Karno diketik oleh Sayuti Melik dengan beberapa perubahan kata.

3. Sukarni dan 10 tokoh pemuda
Sukarni adalah tokoh pemuda yang sebelumnya pernah memimpin asrama angkatan baru yang berlokasi di Menteng Raya 31. Sewaktu kabar kekalahan Jepang dalam Perang Pasifik samar-samar terdengar, Sukarni dan beberapa pemuda radikal mendesak kemerdekaan segera diproklamasikan. Mereka menculik Sukarno-Hatta ke Rengasdengklok. Sempat terjadi silang pendapat antara kedua generasi itu, Sukarno-Hatta akhirnya setuju dan keesokan harinya membacakan proklamasi. Tokoh pemuda revolusioner yang berperan mendorong sangat keras Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yaitu : Sukarni, Chaenal Saleh, A.M. Hanafi, Adam Malik, Wikana, Pandu Kartawiguna, Maruto Nitimihardjo, Kusnaeni (Pancen), Darwis, Djohar Nur, dan Armunanto. Kelompok pemuini dinamakan Komite van Aksi Proklamasi di mana Sukarni berfungsi sebagai Ketua. Chairul Saleh berfungsi sebagai Wakil Ketua, dan AM. Hanafi berfungsi Sekretaris Umum, dan tokoh-tokoh lainnya berfungsi sebagai Anggota Komite. Oleh karena Sukarno-Hatta terlihat ragu-ragu menerima dorongan keras, maka para pemuda revolusioner mengambil keputusan untuk mengasingkan Sukarno Hatta ke luar kota Jakarta, dan kejadian ini kemudian terkenal sebagai ”penculikan Rengas Dengklok
4. B.M. Diah
Beliau merupakan tokoh yang berperan sebagai wartawan dalam menyiarkan kabar berita Indonesia Merdeka ke seluruh penjuru tanah air.
5. Latif Hendraningrat, S. Suhud dan Tri Murti
Mereka berperan penting dalam pengibaran bendera merah putih pada acara proklamasi 17-08-1945. Tri Murti sebagai petugas pengibar pemegang baki bendera merah putih.
6. Syahrudin
Adalah seorang telegraphis pada kantor berita Jepang yang mengabarkan berita proklamasi kemerdekaan Negara Indonesia ke seluruh dunia secara sembunyi-sembunyi ketika personil Jepang istirahat pada tanggal 17 agustus 1945 jam 4 sore.
7. Soewirjo
Beliau adalah walikota Jakarta Raya yang mengusahakan kegiatan upacara proklamasi yang diadakan di jalan Pegangsaan Timur no 56 Jakarta Pusat atau kediaman bung Karno.